Mode Tampilan

Rekonstruksi Intelektualisme Organisasi: Urgensi Epistemologi Gerakan di Era Disrupsi Informasi

R
Redaktur IMM Mamuju Saturday, 22 August 2026 • 01:44 WITA
1 menit baca 521
Rekonstruksi Intelektualisme Organisasi: Urgensi Epistemologi Gerakan di Era Disrupsi Informasi
Aktivitas kajian kritis dan literasi intelektual mahasiswa di perpustakaan kampus.
Organisasi kepemudaan mahasiswa dituntut mereposisi orientasi diskursus intelektual agar mampu membedah problem riil masyarakat kontemporer.

Intelektualisme bukan sekadar tradisi mengutip jargon teoritis di ruang seminar, melainkan kesanggupan membaca realitas sosial secara kritis dan menyusun praksis pembebasan yang terukur. Di tengah derasnya arus disrupsi informasi, organisasi gerakan sering kali terjebak dalam romantisme seremonial.

Kader mahasiswa hari ini memerlukan rekonstruksi epistemologi yang kokoh. Gagasan pencerahan harus diwujudkan dalam riset-riset empiris, advokasi kebijakan publik berbasis data, serta produksi wacana kritis yang menyentuh persoalan agraria, pendidikan, dan keadilan ekonomi rakyat kecil.

Ketika intelektualitas bersenyawa dengan keberpihakan moral, maka organisasi mahasiswa akan tetap menjadi kompas moral dan penggerak transformasi peradaban yang bermartabat.

Bagikan:
R
Redaktur IMM Mamuju Kontributor Kampus

Pewarta dan penyunting warta jurnalisme MaroonPost Media Online Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Barat.

Tanggapan & Diskusi

0
Moderasi Aktif

Belum ada tanggapan pada warta ini. Jadilah pembaca pertama yang menyampaikan gagasan konstruktif!

Tulis Tanggapan

Tunduk pada Pedoman Media Siber dan etika kesantunan.