Etika Publik dan Literasi Digital: Membendung Gelombang Polarisasi di Media Sosial
Ruang publik digital saat ini sering kali didominasi oleh algoritma yang mengutamakan sensasionalisme daripada substansi. Akibatnya, polarisasi opini publik kian meruncing dan mendegradasi kualitas diskursus demokratis.
Di sinilah urgensi etika publik bagi setiap produsen konten, akademisi, dan insan pers. Menulis di ranah publik bukan sekadar mengejar angka impresi atau keterlibatan kilat, melainkan bentuk pertanggungjawaban nurani untuk mencerahkan akal budi pembaca.
Mengedepankan verifikasi fakta, menyajikan konteks yang adil, serta menolak glorifikasi kebencian adalah ikhtiar mendasar dalam merawat ekosistem digital yang sehat dan beradab.
Pewarta dan penyunting warta jurnalisme MaroonPost Media Online Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Barat.
Warta Terkait
Tanggapan & Diskusi
0Belum ada tanggapan pada warta ini. Jadilah pembaca pertama yang menyampaikan gagasan konstruktif!